Ketentuan Aturan Islam Wacana Azan

0
 Azan merupakan usul untuk mengajak orang mendirikan shalat Ketentuan Hukum Islam Tentang Azan

– Azan merupakan usul untuk mengajak orang mendirikan shalat. Makara ketika azan berkumandang, diwajibkan bagi kaum muslim untuk bergegas meninggalkan segala aktivitas duniawi (berhubungan dengan dunia) dan segera menuju masjid untuk menunaikan shalat berjamaah (terkecuali bagi yang mempunyai udzur/halangan, ibarat harus menolong orang, sakit, terjadi hujan besar atau tragedi alam lainnya yang menghalangi orang tersebut untuk pergi ke masjid untuk laki-laki).

Hukum mengumandangkan azan

Ketika masuk waktu shalat, hendaknya seseorang mengumandangkan azan. Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya, “Apabila waktu shalat telah tiba, maka hendaklah salah seorang diantara kalian azan untuk (shalat) kalian dan hendaklah yang paling renta diantara kalian, bertindak sebagai imam bagi kalian.” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

Hukum mengumandangkan azan yaitu fardhu kifayah (wajib dilakukan, namun jikalau sudah dilakukan oleh muslim yang lain maka kewajiban ini menjadi gugur). Makara suatu negeri atau wilayah diharuskan mengumandangkan azan ketika memasuki waktu shalat. Hal ini pun dijadikan patokan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apakah suatu negeri termasuk negeri Islam atau bukan ketika akan menyerang suatu kaum. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia menceritakan bahwa, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dahulu bila akan menyerang satu kaum, ia tidak memerintahkan kami menyerang pada malam hari sampai menunggu waktu subuh. Apabila azan subuh terdengar, maka tidak jadi menyerang. Namun jikalau tidak mendengarnya, maka ia menyerang mereka.” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

Lafal azan

Adapun lafal azan ialah, sebagai berikut.

Allahu Akbar, Allahu Akbar (dikumandangkan sebanyak 2 kali seruan). Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.”

Asyhadu alla ilaaha illallah (dikumandangkan sebanyak 2 kali seruan). Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah.”

Asyhadu anna Muhammadarrasulullah (dikumandangkan sebanyak 2 kali seruan). Artinya: “Aku bersaksi bahwa Muhammad yaitu Rasul (utusan) Allah.”

Hayya ‘alash sholaah (dikumandangkan sebanyak 2 kali seruan). Artinya: “Mari menunaikan shalat.”

Hayya ‘alal falaah (dikumandangkan sebanyak 2 kali seruani). Artinya: “Mari meraih kemenangan.”

Allahu Akbar, Allahu Akbar (dikumandangkan sebanyak 1 kali seruan). Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.”

Laa ilaaha ilallah (dikumandangkan sebanyak 1 kali seruan). Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah.”

Hukum dan ketentuan mendengar azan

Sebagai kaum muslimin yang mendengar bunyi azan, disunnahkan untuk menirukan dengan bunyi pelan lafal yang dikumandangkan oleh muazin (orang yang mengumandangkan azan). Ketika muazin mengumandangkan lafal ‘hayya ‘alash sholah’ dan ‘hayya ‘alal falah’, maka kita dianjurkan untuk mengucapkan lafal Laa haula walaa quwwata Illa billah. Artinya: “Tidak ada daya dan kekuatan, kecuali dengan izin Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung.”

Hal tersebut sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika muazin mengucapkan Allahu Akbar, Allahu Akbar, maka salah seorang dari kalian menjawab Allahu Akbar, Allahu Akbar. Lalu jikalau muazin mengucapkan Asyhadu alla ilaaha illallah, maka salah seorang dari kalian menjawab Asyhadu alla ilaaha illallah. Jika muazin mengucapkan Asyhadu anna Muhammadarrasulullah, maka salah seorang dari kalian menjawab Asyhadu anna Muhammadarrasulullah. Jika muazin mengucapkan Hayya ‘alash sholaah, maka salah seorang dari kalian menjawab Laa haula walaa quwwata Illa billah. Jika muazin mengucapkan Hayya ‘alal falaah, maka salah seorang dari kalian menjawab Laa haula walaa quwwata Illa billahJika muazin mengucapkan Allahu Akbar, Allahu Akbar, maka salah seorang dari kalian menjawab Allahu Akbar, Allahu Akbar. Jika muazin mengucapkan Laa ilaaha illallah, dia menjawab La ilaha illallah dengan setulus (dengan keyakinan) hatinya, maka ia akan masuk surga.” (Hadits riwayat Muslim)

Nah, itulah artikel perihal “Ketentuan Hukum Islam Tentang Azan”. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, sanggup menghubungi Admin di sajian yang telah tersedia 🙂 Semoga artikel ini bermanfaat dan sanggup membawa imbas yang baik. Wallahu a’lam bisshawab

“Gambar dan isi goresan pena di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari banyak sekali sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu mencar ilmu untuk mengambil sisi positifnya ya sob!”

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Hukum dan ketentuan azan di dalam Islam

Leave A Reply

Your email address will not be published.