Ketentuan Aturan Islam Wacana Istinja

0
Ilustrasi Air Sebagai Alat Untuk Bersuci Ketentuan Hukum Islam Tentang Istinja

Menurut bahasa instinja artinya terlepas atau selamat. Sedangkan berdasarkan istilah syariat Islam istinja yakni bersuci sehabis buang air kecil maupun sehabis buang air besar dengan membersihkan kubul (kemaluan depan) sehabis buang air kecil maupun dubur (kemaluan belakang) sehabis buang air besar. Jadi, bagi orang yang gres saja buang air besar maupun buang air kecil, beristinja hukumnya wajib.

Istinja berdasarkan ketentuan Islam

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya ia telah berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Bersihkanlah diri dari kencing. Karena kebanyakan siksa kubur berasal dari bekas kencing tersebut.” (Hadits diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni)

Benda atau alat yang sanggup dipergunakan untuk instinja


Benda-benda yang sanggup dipakai untuk beristinja adalah: air, watu dan benda-benda yang keras, kesat dan suci, serta tidak dimulyakan ibarat daun-daun yang telah kering, kertas tisu, kayu dan lain sebagainya. Sedangkan benda-benda yang licin ibarat beling dan watu yang licin, tidak sah dipakai untuk beristinja, alasannya benda-benda tersebut tidak sanggup menghilangkan najis. Begitu pula benda-benda yang dihormati ibarat masakan dan minuman, tidak boleh dipakai untuk beristinja, alasannya termasuk perbuatan mubazir, sedangkan mubazir dihentikan oleh agama Islam.

Syarat istinja dengan memakai benda-benda selain air

  • Kotoran yang keluar dari kubul maupun dubur belum kering.
  • Kotoran yang keluar dari kubul maupun dubur tidak mengenai bab lainnya selain kawasan keluarnya kotoran tersebut.
  • Tidak kedatangan najis selain keluarnya kotoran dari kubul maupun dubur.

Nah, itulah artikel perihal “Ketentuan Hukum Islam Tentang Istinja“. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, sanggup menghubungi Admin di sajian yang telah tersedia 🙂 Semoga artikel ini bermanfaat dan sanggup membawa dampak yang baik. Wallahu a’lam bisshawab

“Gambar dan isi goresan pena di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari aneka macam sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu berguru untuk mengambil sisi positifnya ya sob!”

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Hukum dan ketentuan istinja di dalam Islam

Leave A Reply

Your email address will not be published.